Postingan

Menampilkan postingan dengan label #cerpen

HAJI YANG TERTUNDA

Gambar
www.arifinbadri.com Ada banyak perkara yang tak mudah untuk dilewati. Ada banyak rahasia yang kadang sulit diungkap.  Kecuali hanya sang penguasa yang maha tahu segalanya. Seperti halnya rahasia ini. Hanya Umi, aku dan Tuhan yang tahu. Ini tentang Umi. Umi adalah seseorang yang mengabdikan dirinya kepada keluarga sepenuhnya. Kepada suami tercinta yang beliau hormati dan patuhi. Umi bilang, tak ada satupun alasan yang bisa membuat Umi meninggalkan Abah. Pun ternyata ketika Abah harus membagi cintanya kepada wanita lain. Abah adalah sosok yang sempurna baginya. Pun bagiku itu tidak real adanya ketika aku benar-benar memiliki Mama. Mama adalah seorang buruh pabrik. Mama bukanlah Ibu kami. Ibuku hanyalah Umi yang selalu ada di rumah. Tapi Umi selalu memberi pengertian dan mengajariku untuk selalu bertindak sopan terhadap Mama dan bocah yang dibawa wanita itu. Perlahan, dengan kesabaran dan kelembutan Umi, sedikit demi sedikit aku membiarkan keadaan baru itu masuk ke dalam ke...

Gift

Siang selalu berganti malam. Begitupun dengan matahari yang selalu bertukar posisi dengan bulan. Seperti itu sajalah selama ini hidupku. Tertata dengan baik di tempatnya. Tapi bagaimanapun tertatanya, ada sesuatu yang belum berdamai dengan hati ini. Aku mengkhawatirkannya. Setiap detik yang ada telah ku manfaatkan dengan sebaik mungkin agar aku tidak harus bersusah payah merindukannya. Tapi sedetik saja tanpa kegiatan, rasanya dia selalu langsung hadir di kepala ini. Ini akibat komunikasi yang terputus. Sudah hampir 5 bulan aku tak pernah berkomunikasi dengannya. Rasanya seperti perempuan bersatus tapi single. Aku tahu ini bukan kesalahannya. Tapi ini konsekuensi antara dia dan aku dimana telah ada kesepakatan untuk memakluminya. Berusaha untuk selalu mempercayai satu sama lain. Hanya itu satu-satunya jalan untuk kami agar hubungan ini dapat terus berjalan. Kepercayaan yang semestinya dapat dibayar mahal dan pada akhirnya dapat berdiri kokoh dalam gerbang pelaminan. Ah, khayalan ini...