Postingan

#1 FACHRI

Gambar
Ini tentang saya. Nama saya Fachri.  Saya punya Papa, Ibu, Adik, Ayah dan wanita sihir. Saya terlahir dari Papa dan Ibu. Saat lahir, saya merasa saya baik-baik saja. Tapi Ibu dan nenek menganggap saya lain. Kata mereka saya berbeda. Padahal saya baik-baik saja. Mata saya melihat, telinga saya mendengar,  tangan saya dua, kaki sayapun dua. Tapi ada apa dengan mereka? Hmm… Tapi cuma nenek yang setia mengurusi saya. Ibu kemana? Ternyata ibu sedang menangis. Papa gak ada. Papa saya pergi. Gak ajak saya dan Ibu juga nenek. … Saya gak pernah liat Papa sejak lahir. Mungkin pernah, tapi saya lupa. Kata Ibu, Papa pergi sama wanita sihir. Wanita sihir bu?  Iya, wanita sihir yang sudah menghancurkan Ibu. Menghancurkan keluarga kita. Emang, wanita sihir itu habis ngapain bu? Ibu cuma diam dan menangis lagi. Papa kemana bu? … Mereka kira saya ga dapat diatur. Mereka kira saya ga bisa berpikir. Mereka kira saya ga bisa apa-apa. Mereka pikir saya ini aib. Betulk...

Bersama Hujan

Gambar
www.kompasiana.com Seharusnya aku dapat menikmati keseruan hari ini bersama mereka. Teman sepekerjaan dan para anak didikku dan dia yang sedang kembali. Kala malam tadi serasa pendek karena berbagai khayal yang timbul oleh semua daya pikirku. Sebelum adzan shubuh berkumandang aku sudah bangun dan mengecek kembali segala persiapan yang sudah ku buat malamnya. Setelah aku meyakini bahwa semuanya telah siap, aku segera menarik handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi, sholat subuh, mempersiapkan sarapan sendiri dan tiba-tiba tubuhku mendingin. Entah ada perasaan apa yang muncul dan bila kutengok smart phone-ku tak ada pesan satu pun yang masuk. Ah, mungkin karena aku terlalu excited menyambut hari ini. Selesai sarapan, aku segera berpamitan dengan Ayah dan Ibu. Suasana Sekolah masih tampak sepi, baru beberapa orang saja yang ada di sana. Ketika matahari mulai bangun dari peristirahatannya, tampaklah beberapa orang muncul dengan gayanya masing-masing. 20 menit......

JODOH

Hmm…. Sesuai janjiku kemarin kalo blog ini bakal update terus sekarang! Blognya ga jadi kayak oncom deh heheee… bahas apa ya? Mau cerita masalah kepersitaaan… hmm takut kena penalty. Hahaaa… tar dipilah-pilah dulu mana yang kaci buat di share kalo masalah itu. Hehee… so… sekarang kita bahas jodoh aja. Gimana? Setuju? Setuju ajalaaah…. (=P) Jodoh itu datangnya darimana teman-teman??? Jodoh itu datangnya dari langit. PrĂȘt! Emang jodoh lu burung! (=P) Ngomongin tentang jodoh… buat temen-temen yang masih ngejomblo, selow aja bro n sis, karena jodoh itu sudah di atur Tuhan. Jodoh juga ga bisa ditebak. Contohnya ini nih yang punya blog! (XD) Pacaran sama yang jauh-jauh mulu taunya malah sama temen SMA. Hihiii… Oya saranku sih, jangan terlalu anti sama pekerjaan seseorang. Takutnya kena tulah kayak aku. Hahaaa dulu anti banget kenal, deket-deket sama yg seragam coklat/loreng. Gak perrrrrnah mau kenalan sama yang berseragam. Weeeh… malah nikah sama loreng juga. Dasar takdir. Wkwkwkwkwk ...

I'M BACK

Entah udah hari keberapa ditinggal suami. Udah dua minggu lebih sih kayaknya. Soalnya udah mulai ngegalau. Hahahaa (T_T) Hikmahnya ini blog jadi keisi lagikan… Gak jadi deh blog aku bulukaaan… hahaaa (=P) Sedikit bahas ke belakang, dulu blog ini selalu update. Selalu ikutan ff challenge, dan sejenisnya. Ada yang isinya tentang cerita sendiri banyak juga yang fiksi. Pede banget dulu ikut loma ini, lomba itu. Yang Alhamdulillah akhirnya sempet juga juara 1 kolaborasi bareng temen yang kenalnya di facebook dan ketemu Cuma sekali (colek neng @desvian). Meskipun jarang jadi pemenang, gini-gini tulisanku udah masuk 3 buku cetak loh… hehee makanya dulu semanget banget buat bikin novel yang Alhamdulillah sampai sekarang GAK ada yang tuntas! (T_T) Jangan Tanya kenapa. Entah kenapa habis nikah kok mood nulisnya rendah banget. Hahaa mungkin akibat jarang ngegalau lagi. Eeeaaaa… (=P) Jarang ngeblog sekarang lebih sering muncul di Ig. Mungkin yaaa…. Karena di-Ig banyak gambar jadi nemu...

Moonbow

Gambar
Jujur saja aku baru baru mendengar gejala alam ini. Terpana dan terkagum-kagum atas kuasa Tuhan yang satu ini. Memandanginya membuatku ingat pada satu ayat yang diulang-ulang pada surat Ar-Rahman. “Nikmat manamu lagi yang kau dustakan?” sungguh, aku bersyukur bisa menatapnya langsung seperti ini. Bukan lagi hanya cerita yang sering ku dengar dari mulutnya. By the way , terima kasih telah mengantarku pada moonbow. Ku abadikan beberapa bagian moonbow yang entah kapan aku kan dapat melihatnya lagi. “Bi, lu bakal nganter gue ke sini lagi kan?!” teriakku dari bawah. Tapi dia tak menjawab. Mungkin derasnya air yang terjun ini telah mengalahkan suaraku. Ya sudahlah, apapun itu kau telah berjanji untuk tak meninggalkanku. Hei, kemana lo sekarang? *** Sudah beberapa malam aku mengurung diri di kamar demi menghasilkan beberapa sketsa wedding dress yang mudah-mudahan bisa membantu untuk setiap customer yang datang.  Masih ada satu kertas yang belum jelas bentuknya. Mungkin karena ...

Untukmu Mama #Dear Mama

Gambar
Dear Mama Tidak banyak kata diantara kami. Bukan berarti tidak ada ucap. Kata itu hadir dikala hati sudah tak sanggup menahan diri untuk menggenggamnya sendiri. Terkadang kata itupun hadir ketika mata kami saling bicara. Bahwa ada sesuatu yang ingin aku ceritakan atau ada hal yang ingin beliau ceritakan. Menjadi anak pembuka menjadikan aku anak yang begitu dekat dengan Mama. Maka jadilah aku anak yang penuh kemandirian dan dipercaya penuh untuk mengetahui segala hal yang terjadi dalam keluarga. Aku tahu kala beliau menahan perih, kala beliau merasa bangga, kala beliau merasa bahagia, kala beliau rapuh. Aku tahu semuanya. Di sinilah aku memandang beliau sebagai Mama yang penuh cinta, sayang, sabar, juga bijaksana meskipun semua itu tak pernah beliau tampakkan secara langsung. Mama terlalu jaim untuk memperlihatkan apa yang beliau ingin ungkapkan. Kemanapun Mama pergi, aku selalu ikut. Dan kemanapun aku ingin pergi, hampir selalu Mama yang menemani. Meskipun ketika dewasa ak...

My Name Is Isyana

Aku adalah seorang jurnalis sebuah stasiun tv swasta. Pekerjaan ini menuntutku bekerja lebih disiplin, cermat, dan teliti. Tuntutan ini memang sangat menantang bagiku yang sesungguhnya jauh dari segala sikap itu. Aku yang dulu dikenal ceroboh, tukang ngaret, kini telah terbentuk kuat akibat tamparan keras dari pekerjaan ini. Sesekali pekerjaan ini menuntutku untuk awas 24 jam. Karena sebuah berita besar bisa datang kapan saja. Lelah? Jelas sangat lelah. Tapi aku menikmatinya. Menikmati setiap proses hingga tercapainya kepuasan ketika sebuah liputan berhasil disiarkan. Keliling dunia, meliput konferensi internasional, mewawancarai orang-orang terkenal. Tak pernah terbersit olehku, apa yang telah diperoleh sekarang adalah bukti bahwa hobi menonton berita sejak kecil berimbas pada kehidupanku. Aku begitu berterima kasih kepada Ayah yang selalu mengajakku sedari dulu untuk nonton berita bersama. I love you Ayah. Menjadi seorang wanita karir dewasa ini memang menjadi sebuah impian h...