Postingan

Moonbow

Gambar
Jujur saja aku baru baru mendengar gejala alam ini. Terpana dan terkagum-kagum atas kuasa Tuhan yang satu ini. Memandanginya membuatku ingat pada satu ayat yang diulang-ulang pada surat Ar-Rahman. “Nikmat manamu lagi yang kau dustakan?” sungguh, aku bersyukur bisa menatapnya langsung seperti ini. Bukan lagi hanya cerita yang sering ku dengar dari mulutnya. By the way , terima kasih telah mengantarku pada moonbow. Ku abadikan beberapa bagian moonbow yang entah kapan aku kan dapat melihatnya lagi. “Bi, lu bakal nganter gue ke sini lagi kan?!” teriakku dari bawah. Tapi dia tak menjawab. Mungkin derasnya air yang terjun ini telah mengalahkan suaraku. Ya sudahlah, apapun itu kau telah berjanji untuk tak meninggalkanku. Hei, kemana lo sekarang? *** Sudah beberapa malam aku mengurung diri di kamar demi menghasilkan beberapa sketsa wedding dress yang mudah-mudahan bisa membantu untuk setiap customer yang datang.  Masih ada satu kertas yang belum jelas bentuknya. Mungkin karena ...

Untukmu Mama #Dear Mama

Gambar
Dear Mama Tidak banyak kata diantara kami. Bukan berarti tidak ada ucap. Kata itu hadir dikala hati sudah tak sanggup menahan diri untuk menggenggamnya sendiri. Terkadang kata itupun hadir ketika mata kami saling bicara. Bahwa ada sesuatu yang ingin aku ceritakan atau ada hal yang ingin beliau ceritakan. Menjadi anak pembuka menjadikan aku anak yang begitu dekat dengan Mama. Maka jadilah aku anak yang penuh kemandirian dan dipercaya penuh untuk mengetahui segala hal yang terjadi dalam keluarga. Aku tahu kala beliau menahan perih, kala beliau merasa bangga, kala beliau merasa bahagia, kala beliau rapuh. Aku tahu semuanya. Di sinilah aku memandang beliau sebagai Mama yang penuh cinta, sayang, sabar, juga bijaksana meskipun semua itu tak pernah beliau tampakkan secara langsung. Mama terlalu jaim untuk memperlihatkan apa yang beliau ingin ungkapkan. Kemanapun Mama pergi, aku selalu ikut. Dan kemanapun aku ingin pergi, hampir selalu Mama yang menemani. Meskipun ketika dewasa ak...

My Name Is Isyana

Aku adalah seorang jurnalis sebuah stasiun tv swasta. Pekerjaan ini menuntutku bekerja lebih disiplin, cermat, dan teliti. Tuntutan ini memang sangat menantang bagiku yang sesungguhnya jauh dari segala sikap itu. Aku yang dulu dikenal ceroboh, tukang ngaret, kini telah terbentuk kuat akibat tamparan keras dari pekerjaan ini. Sesekali pekerjaan ini menuntutku untuk awas 24 jam. Karena sebuah berita besar bisa datang kapan saja. Lelah? Jelas sangat lelah. Tapi aku menikmatinya. Menikmati setiap proses hingga tercapainya kepuasan ketika sebuah liputan berhasil disiarkan. Keliling dunia, meliput konferensi internasional, mewawancarai orang-orang terkenal. Tak pernah terbersit olehku, apa yang telah diperoleh sekarang adalah bukti bahwa hobi menonton berita sejak kecil berimbas pada kehidupanku. Aku begitu berterima kasih kepada Ayah yang selalu mengajakku sedari dulu untuk nonton berita bersama. I love you Ayah. Menjadi seorang wanita karir dewasa ini memang menjadi sebuah impian h...

HAJI YANG TERTUNDA

Gambar
www.arifinbadri.com Ada banyak perkara yang tak mudah untuk dilewati. Ada banyak rahasia yang kadang sulit diungkap.  Kecuali hanya sang penguasa yang maha tahu segalanya. Seperti halnya rahasia ini. Hanya Umi, aku dan Tuhan yang tahu. Ini tentang Umi. Umi adalah seseorang yang mengabdikan dirinya kepada keluarga sepenuhnya. Kepada suami tercinta yang beliau hormati dan patuhi. Umi bilang, tak ada satupun alasan yang bisa membuat Umi meninggalkan Abah. Pun ternyata ketika Abah harus membagi cintanya kepada wanita lain. Abah adalah sosok yang sempurna baginya. Pun bagiku itu tidak real adanya ketika aku benar-benar memiliki Mama. Mama adalah seorang buruh pabrik. Mama bukanlah Ibu kami. Ibuku hanyalah Umi yang selalu ada di rumah. Tapi Umi selalu memberi pengertian dan mengajariku untuk selalu bertindak sopan terhadap Mama dan bocah yang dibawa wanita itu. Perlahan, dengan kesabaran dan kelembutan Umi, sedikit demi sedikit aku membiarkan keadaan baru itu masuk ke dalam ke...

Pernahkah Kamu Jadi Alay? XD

Gambar
Manusia mengalami perkembangannya secara bertahap. Tidak ada yang tiba-tiba menjadi remaja, tiba-tiba menjadi dewasa, atau bahkan tiba-tiba menjadi tua. Setiap manusia akan mengalami yang namanya proses. Proses saat mencoba mengerti apa yang diucapkan seorang Ibu, mencoba merangkak, berdiri, berlari, dan perkembangan berpikir lainnya. Aku bersyukur bisa menjalani semua itu, meskipun saat ini aku sadar ada beberapa hal yang sempat ku sesali namun tak terlalu dalam. Hanya saja itu membuatku geli, bahkan malu pada diri sendiri. Sampai aku mengakui, bahwa tak sepantasnya seseorang mengejek orang lain yang kelakuannya tampak lebay, dan lain sebagainya. Kini ku akui, lebay itu adalah salah satu proses menuju kedewasaan. Hahahaa >_< Sekarang aku jarang banget mengupdate status fb dan lain sebagainya. Ketika melihat timelineku penuh dengan ocehan orang, awalnya aku merasa... ‘lebay banget sih nih orang? Yang gitu-gitu aja diupdate? Ga penting!? Ini anak kok bahasanya ancur b...

12th - Kind of book i want to write

Gambar
Kepingin banget bisa menerbitkan novel. Novel yang berlatar belakang dunia pendidikan, juga dari sisi dunia keluarga. Keduanya merupakan salahsatu fokusku dalam menulis. Mungkin karena aku berlatar belakang dunia pendidikan yang secara langsung bersentuhan dengan dunia anak-anak. Membuat aku geli untuk membagi beberapa pengalaman yang kupunya. Sempat juga kepikiran pingin buat novel thriller, tapi kok kadang aku ngerasa ngeri sendiri ya. Hehee maklum aku ini penakut. Heheee  Kepingin bikin diktat khusus agar makin mudah mengajar. Tapi aku belum terlalu rajin untuk mewujudkan diktat ini. Bukan apa-apa, menulis sesuatu yang berbau serius itu kok seringkali membuatku mudah terserang kantuk ya? Hahaa Semoga novel yang sedang kugarap sekarang tidak berakhir dalam folder draft lagi. Tapi berakhir di penerbit dan sampai di tangan kalian. Amiiin. (aminin dooongg... )   Heheee Salam Bumi Geulis 101014 #25DaysBlogChallenge