Bangunkan Aku Pukul 7!
sebelumnya di : Menanti Lamaran Rasanya memang luar biasa indah. Setelah hampir 4 tahun bersamanya meski sangat jarang menyinggung-nyinggung masalah menikah. Sudah lama sebenarnya aku ingin membahas hal itu. Namun kadang aku tak sanggup untuk menanyakan hal itu. Melihat kerasnya dia bekerja demi membuktikan dihadapan orang tuaku membuatku cukup yakin bahwa dia serius menjalani hubungan ini. Hingga aku juga menyibukkan diri dalam berbagai usaha. Dan pada akhirnya dia menjadi pelamarku yang terakhir yang langsung aku terima. Kebahagiaan itu memang tak pernah diduga datangnya. Ooh... Tuhan begitu baik padaku. Dan dia sekarang ada di hadapanku! Sepanjang jalan pulang, meski gelap hanya bercahayakan lampu saja aku dan dia berjalan serempak tanpa berpegangan tangan. Dia memang sangat menghormatiku meskipun aku tidak berjilbab. Dia pun sengaja menyimpan kendaraannya di rumah temannya hanya untuk berjalan kaki denganku. Ahh... Restu. Kamu memang yang paling membuatku bisa terjatuh. ...