Postingan

Bangunkan Aku Pukul 7!

sebelumnya di : Menanti Lamaran Rasanya memang luar biasa indah. Setelah hampir 4 tahun bersamanya meski sangat jarang menyinggung-nyinggung masalah menikah. Sudah lama sebenarnya aku ingin membahas hal itu. Namun kadang aku tak sanggup untuk menanyakan hal itu. Melihat kerasnya dia bekerja demi membuktikan dihadapan orang tuaku membuatku cukup yakin bahwa dia serius menjalani hubungan ini. Hingga aku juga menyibukkan diri dalam berbagai usaha. Dan pada akhirnya dia menjadi pelamarku yang terakhir yang langsung aku terima. Kebahagiaan itu memang tak pernah diduga datangnya. Ooh... Tuhan begitu baik padaku. Dan dia sekarang ada di hadapanku! Sepanjang jalan pulang, meski gelap hanya bercahayakan lampu saja aku dan dia berjalan serempak tanpa berpegangan tangan. Dia memang sangat menghormatiku meskipun aku tidak berjilbab. Dia pun sengaja menyimpan kendaraannya di rumah temannya hanya untuk berjalan kaki denganku. Ahh... Restu. Kamu memang yang paling membuatku bisa terjatuh. ...

Menanti Lamaran

Dua tahun sudah aku bertahan dengan detak jantung yang sama, dengan nafas yang masih ada, dengan tetes perih yang terawat. Aku bisa bertahan karena aku meyakininya, bahwa aku kuat. Seperti apa yang Christina Perri bilang ‘I will be brave I will not let anything take away’. Semua yang hadir di dua tahun ini adalah pelajaran yang begitu berharga bagiku. Dimana niat, keyakinan, pengorbanan dan keikhlasan yang ada dalam diri ini benar-benar mampu menepis segala ocehan keras dari luar sana.   Aku ingat ketika aku dipaksa untuk memilih untuk kedepannya nanti. Aku meminta pendapat dari beberapa orang terdekat termasuk keluargaku, aku berpuasa, melaksanakan sholat tengah malam, hanya untuk pilihan tersebut. Ooh... begitu berat bagiku pilihan itu. Hingga akhirnya di hari ketujuh aku mantap memilih pilihan itu yang akhirnya telah membuatku jatuh bangun untuk bertahan selama dua tahun. Aku biarkan celotehan-celotehan diluar sana biar menjadi sebuah simfoni yang indah biarpun itu menga...

Yeah, This is my Love

2 hari yang tak cukup cerah mempertemukan kami dalam waktu yang sempit, dalam sedikit kata penuh makna, dan dalam langkah yang sempit. 40 hari yang sama. Tak memenuhi hari-hari yang cerah. Begitu adanya kejujuran memberi segala arti dalam senang dan duka. Dalam keyakinan dan keraguan. Kekecewaan yang diluar dugaan. Butuh beberapa hari tubuh ini mampu untuk menguatkan diri dan menerima segala masa lalu yang pernah ada. Karena hati tak mampu bicara semudah mulut ini. Karena hati tak mampu melangkah secepat kaki ini. Derai hujan yang ada ketika itu selalu menemani hari-hari itu. Sampai Tuhan mampu memberi kekuatan super power, yaitu ‘ikhlas. Dan aku bilang “ Don’t leave me ” 7 hari bersamamu melawan cuaca, menemani dalam senyum dan tawa, menguji kesabaran, lagi-lagi mendapat ujian kesabaran. Adalah hal-hal yang tak pernah terpikirkan. Baik dan buruknya, aku semakin tau. Aku ikhlas, dan aku tak kan meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini. Aku tak kan membuatmu kembali men...

Doa Mereka Adalah Doaku

Gambar
Saya adalah salah satu guru honor baru di SMP Negeri 3 Warungkiara yang baru berdiri tahun ini. Sekolah ini terletak di kecamatan Warungkiara tepatnya kalau anda jalan-jalan ke Pelabuhan Ratu anda pasti melewati kecamatan ini. Namun anda tentu tak akan menemukan sekolah ini. Karena SMP ini terletak cukup jauh dari jalan raya. Jadi anda perlu naik ojeg atau membawa kendaraan sendiri kalau anda mampu melewati medannya dan berani membuat rusak kendaraan anda. J Sesungguhnya untuk sampai di sekolah ini bisa ditempuh dengan waktu yang sangat singkat, jika keadaan jalan menuju SMP ini mendukung. Jika cuaca sedang cerah perjalanan bisa ditempuh sekitar 11-13 menit. Namun jangan dikira sangat mudah medan yang ditempuh. Seluruh badan pasti akan terasa sakit dan pegal-pegal ketika anda sampai di sekolah. Keadaan akan bertambah buruk jika malamnya atau paginya datang hujan. Jalanan yang mulai menurun akan semakin licin karena tumpahan tanah longsor dan aliran air situ yang meluap karena s...